Mediajogja.my.id – Dengan dukungan delapan subsistem yang disebutkan dapat dikatakan sistem kelistrikan sangat aman….
Jayapura –
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua kemudian Papua Barat menyebutkan selama Natal 2023 juga Tahun Baru 2024 kelistrikan di area seluruh wilayah setempat didukung delapan subsistem dengan total pasokan sebesar 633 megawatt (MW).
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua juga Papua Barat Budiono pada siaran pers, di dalam Jayapura, Senin, menyatakan dengan sistem yang dimaksud mempunyai beban puncak sebesar 452 MW.
"Dengan dukungan delapan subsistem yang disebutkan dapat dikatakan sistem kelistrikan sangat aman, oleh sebab itu cadangan daya yang tersisa masih sekitar 181 MW,” katanya.
Menurut Budiono, pihaknya akan terus berikrar memberikan pelayanan kelistrikan terbaik terhadap seluruh penduduk tanpa terkecuali.
"Seperti di dalam Kota Bovendigoel, Papua Selatan di area mana ada srikandi PLN Unit Layanan Pelanggan yang tersebut bertugas menjaga keandalan kelistrikan pada salah satu gereja di area di malam hari pergantian tahun Hari Minggu (31/12)," katanya lagi.
Dia menjelaskan lantaran PLN menghadirkan penerangan listrik hingga ke pelosok negeri, menjadi kewajiban yang digunakan bukan mudah di dalam sedang berbagai tantangan lingkungan, apalagi bagi individu perempuan.
"Untuk itu pihaknya memberikan apresiasi terhadap seluruh personel yang tersebut terus-menerus siaga kemudian responsif di menjaga suplai listrik aman ketika momen natal dan juga tahun baru ini," katanya pula.
Srikandi Team Leader Pelayanan Pelanggan dan juga Administrasi PLN ULP Tanah Merah Sinarti menyatakan pada penjagaan dalam rumah ibadah diadakan secara berlapis agar prosesi ibadah berjalan dengan nyaman serta khidmat.
"Proses pengecekan infrastruktur kelistrikan kami lakukan pada empat gereja utama di dalam Boven Digoel yang mana sudah pernah diadakan sejak masa siaga hingga hari-h sebelum ibadah dilaksanakan sehingga pengamanan berlapis," katanya pula.
Menurut Sinarti, fokus PLN sebagian besar memang benar di dalam rumah ibadah akibat pemerintah juga mengimbau untuk tidaklah mengadakan aktivitas perayaan di tempat ruang publik.
