Mediajogja.my.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, kemudian Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tektonik magnitudo 5,4 yang mana mengguncang wilayah Pantai Selatan Bolaang Mongondow Selatan Sulawesi Utara pada Senin, tiada berpotensi mengakibatkan tsunami.
“Gempa bumi ini tak berpotensi tsunami,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi serta Tsunami BMKG Daryono di keterangan di dalam Jakarta, Mulai Pekan (1/1/2024).
Gempa bumi yang dimaksud terjadi pada Mulai Pekan pukul 14.52 Waktu Indonesia Barat ini mempunyai parameter update dengan magnitudo 5,5.
Episenter gempa bumi terletak di tempat laut pada jarak 47 kilometer arah selatan Posigadan, Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, pada kedalaman 43 kilometer.
Daryono menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter juga kedalaman hiposenter-nya, gempa bumi yang terjadi itu merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Sangihe.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust,” katanya.
Daryono menuturkan gempa bumi ini berdampak kemudian dirasakan di area tempat Luwuk, Bolaang Mongondow Selatan, dan juga Kotamobagu dengan skala intensitas III MMI, atau getaran dirasakan nyata pada rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu.
Kemudian dalam Wilayah Gorontalo dengan skala intensitas II-III MMI, artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang dimaksud digantung bergoyang.
Juga di area tempat Minahasa Tenggara dengan skala intensitas II MMI, artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang mana digantung bergoyang.
“Hingga pukul 15.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” ujar Daryono. (Antara)
