Mediajogja.my.id – Koalisi Warga Sipil Kawal pemilihan Demokratis menilai Panglima TNI serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) gagal menjaga netralitas pasca adanya tindakan hukum sukarelawan Ganjar-Mahfud dikeroyok oleh beberapa prajurit TNI di area Boyolali, Jawa Tengah. Empat orang mengalami luka-luka pada perkara tersebut.
“Koalisi menilai, Panglima TNI juga KSAD gagal menjaga netralitas pada pemilihan 2024,” kata Gufron Mabruri Direktur Imparsial mewakili Koalisi Sipil pada keterangannya, Mulai Pekan (1/1/2024).
Koalisi Sipil mengungkapkan perlu adanya perbaikan netralitas di tubuh TNI. Selain itu, mereka itu menuntut harus ada proses hukum yang tersebut adil.
Koalisi Sipil juga berpandangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga DPR RI harus mencopot Panglima TNI lalu KSAD. Sebab keduanya dirasa gagal menjaga anggota hingga terjadi penganiayaan untuk sukarelawan Ganjar-Mahfud.
“Atas dasar hal tersebut, Koalisi mendesak Presiden Joko Widodo serta DPR RI untuk mengevaluasi dan juga mencopot Panglima TNI dan juga KSAD,” tegasnya.
Lebih lanjut, Koalisi Sipil mengumumkan tidak ada ada satu pun pembenaran pada tindakan hukum penganiayaan itu. Dalam persoalan hukum ini, Koalisi Sipil menyampaikan bahwa aksi main hakim sendiri yang dimaksud diadakan oleh beberapa orang prajurit TNI menandakan institusi TNI tak netral.
“Tentunya dapat mencerminkan ketidaknetralan TNI pada menyikapi perbedaan urusan politik yang digunakan ada pada masyarakat,” ujar dia.
Relawan Ganjar-Mahfud Dikeroyok
Sebelumnya diberitakan, Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis melaporkan seseorang volunteer meninggal dunia dan juga empat orang mengalami luka berat akibat kekerasan oknum TNI, pada Hari Sabtu kemarin.
“Kami mendapatkan laporan dari Klaten serta Boyolali (Jawa Tengah) ini laporan dengan brutalitas dan juga aksi kekerasan yang tersebut sangat-sangat tak sanggup diterima. Satu meninggal dunia lalu empat orang mengalami luka-luka berat,” kata Todung di dalam Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu.
Todung menyebutkan seseorang meninggal dunia berasal dari Klaten lalu meninggal di tempat rumah sakit.
“Yang meninggal dunia ini adalah sukarelawan pendukung Ganjar-Mahfud yang diduga mengalami kekerasan lalu brutalitas dari pendukung pasangan calon lain,” ujarnya.
Empat korban yang tersebut mengalami luka-luka akibat penganiayaan oleh oknum TNI pada pos TNI setempat. Oleh sebab itu, pihaknya mendesak Panglima TNI untuk segera mengambil tindakan.
“Kalau itu benar, kami ingin Panglima TNI (Jenderal TNI Agus Subiyanto) untuk mengambil tindakan yang tegas lalu mempertanggungjawabkan secara hukum merek yang dimaksud melakukan tindakan kekerasan ini,” katanya.
15 Prajurit Ditahan
Untuk diketahui, insiden penganiayaan yang digunakan diadakan beberapa anggota TNI terhadap sukarelawan Ganjar-Mahfud ini terjadi dalam depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Boyolali, Jawa Tengah, pada Hari Sabtu (30/12) siang.
Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi sebelumnya juga menyampaikan 15 anggota yang mana diduga melakukan penganiayaan sudah ditahan.
“Telah memerintahkan Danyonif Raider 408/SbhDenpom IV/4 Surakarta untuk menahan 15 prajurit terduga persoalan hukum penganiayaan,” kata Kristomei lewat keteranganya, Hari Sabtu (30/12).
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo sudah melakukan beberapa langkah menyikapi kejadian penganiayaan yang digunakan diadakan anggota TNI terhadap sukarelawan Ganjar-Mahfud. Salah satunya, yakni memberikan santunan untuk para korban.
“Dandim telah memberikan pernyataan ya tentang kejadian yang dimaksud di dalam Boyolali itu. Kemudian Dandim juga sudah ada melakukan langkah-langkah, memberikan santunan lalu lain sebagainya,” kata Agus dalam Polda Metro Jaya, Jakarta, Mingguan (31/12/2023).
Di sisi lain, kata Agus, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak juga telah dilakukan memerintahkan satuannya untuk memproses anggota yang dimaksud terlibat melakukan penganiayaan.
